Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Kumpulan Beberapa filosofi tentang CINTA Dan Rayuan Hacker

Kumpulan Beberapa filosofi tentang CINTA Dan Rayuan Hacker


Khalil Gibran lebih dikenal orang dengan karya nya dalam menulis kalimat cinta. Banyak para sastrawan maupun musisi menyisipkan kalimat atau kata-kata yang diambil dari buah karyanya.
=======================================================================

Berikut ini ada beberapa kalimat filsafat cinta dari Khalil Gibran.

Atas Nama Cinta
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun.
Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

Cinta 1
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

Cinta 2
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang disela-sela sayapnya melukaimu.

Cinta 3
Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba.
Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Cinta 4
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

Cinta 5
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

Cinta Yang Berlalu
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

Cinta Lelaki
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.

Cinta Pertama
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik, kepahitan yang penuh misteri.

Cinta Dan Air Mata
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.

Kalimah Cinta
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya

Lafaz Cinta 1
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Lafaz Cinta 2
Jangan menangis, Kekasihku... janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta.
Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan.

Takdir Cinta
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Wanita

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Buat apa ia pelihara luka hati yang cuma bikin matanya berair?” 
“terkadang keadaan membuat cinta terasa amat menyakitkan, akan tetapi kesejatian cinta tidak akan pernah berakhir manakala pengorbanan cinta itulah yang menjadi pemeran utamanya. cinta tidak akan pernah salah. cinta tidak mengenal batas. untuk cinta yang bertepuk sebelah tangan sekalipun.” 
“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya. Filosofi Kopi 
la engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

* Cinta bukanlah “itu salah kamu” tapi “maafin aku” bukan “kamu gimana sih?” tapi “aku mengerti” juga bukan “seandainya kamu…” tapi “aku bersyukur kamu…”
Yang paling utama adalah bukan “aku cinta kamu, karena…” tapi “aku cinta kamu, meskipun…”
* Ukuran sebuah kecocokan bukanlah banyaknya waktu yang dilalui bersama, tapi kasih sayang terhadap satu sama lain.

* Cinta bukanlah menjadi sosok yang sempurna bagi seseorang, tapi mencari seseorang yang menjadikan kita sosok yang sempurna.

* Patah hati akan bertahan selama kamu tetap mempertahankannya dan menyakitkan selama kamu membiarkannya terasa sakit
Yang menjadi tantangan bukanlah bagaimana kamu bertahan dari patah hati, tapi bagaimana mengambil hikmah darinya

* Bagaimana memahami cinta:
Boleh jatuh cinta tapi jangan sampai tersandung,
Harus konsisten tapi jangan memaksa,
Bisa berbagi tapi harus adil,
Bisa memahami bukannya menuntut,
Dan harus bisa patah hati tapi jangan sakit hati.

* Cinta sejati tak bisa dicari dimana dia ada dan tiada
Karena cinta tak dapat dimengerti…
Semakin disembunyikan jadi semakin kelihatan
Semakin ditahan jadi semakin berkembang.

* Jangan pernah bilang “aku cinta kamu” kalau kamu tak pernah merasa begitu
Jangan pernah bicara tentang perasaan kalau hal itu tak pernah ada
Jangan sentuh hatinya kalau niatmu mematahkannya
Hal paling kejam yang bisa dilakukan laki-laki adalah membuat perempuan jatuh cinta padahal dia tak berniat membalasnya.

* Memang sakit melihat orang yg kamu sayang senang bersama orang lain
Tapi lebih menyakitkan kalau tahu orang yang kamu sayang lebih tidak senang bersama kamu.

* Sakit rasanya kalau ditolak,
Lebih sakit lagi kalau putus cinta,
Tapi yang paling sakit kalau orang yg kamu cintai tidak pernah tahu perasaan kamu terhadapnya.

* Hal yang menyedihkan tentang cinta,
Jikalau kamu telah bertemu seseorang yang berarti buat kamu tapi pada akhirnya tak dapat bersatu…
Dan kamu harus bisa merelakannya.

* Cinta itu seperti kupu-kupu yang cantik
Semakin dikejar dia semakin menghindar
Tapi kalau kamu membiarkannya terbang, dia akan menghampirimu disaat yang tidak kamu duga
Cinta bisa membuat kamu bahagia, tapi juga bisa menyakitkan.
Tapi cinta menjadi istimewa saat kamu memberikannya kepada orang yang pantas menerimanya.
Jadi sabar aja…dan pilih yang terbaik
=======================================================================
Dan ini juga ada tambahan kata rayuan sebuah profesi hecker
Kamu datang disaat aku sedang Shut Down,
Hybernate dan Standby
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku
melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape
atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu...
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle...
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain
offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu
Aku adalah Spyware mu
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up
untukmu...
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas...
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang
ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat
sekalpun pun tak bisa me remove mu...
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang
diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku...
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..
Maaf selama ini aku tak bisa directX
mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim
spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete...
Karena Task manager has been disabled by
administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not
Responding...
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu...
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java...
Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose
information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.
Hatiku ini Open Sources...
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download
hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi
suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play...
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk
yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites...
Di Server ini....

===================================================================================
Dear kamu yang tertulis di halaman defacementku.. Kapan jadi pacarku? 

Kalau donlot file .iso pake command 'wget -c' biar pas putus ditengah jalan bisa nyambung lagi kayak hubungan kita

Aku rela ko jadi Processor yg kepanasan, asalkan kmu yg jadi heatsink'y yg setiap saat bisa mendinginkan ku

Gak usah nyari celah xss deh, karena ketika kamu ngeklik hatiku udah muncul pop up namamu

jadi kamu deketin aku cuma mau "cat /etc/passwd"-in aku? Terus kamu hek temen2 kostku, gitu? 

berharap setelah aku berhasil login di hati kamu ga akan ada tombol logout, dan sessionku ga bakal pernah expired.

Masa aku harus pake teknik symlink bypass buat buka2 folder hatimu yg open_basedir enabled.

Diriku dan Dirimu itu ibarat PHP dan MySQL yang belum terkoneksi :| 

Jangan cuma bisa inject hatinya, tp harus bisa patchnya jg. Biar nggak selingkuh sama heker lain

Aku memang programmer PHP, tapi aku nggak akan php-in kamu kok. 

Eneeeng. | Apache? | Km wanita yg paling Unix yg pernah aku kenal |

Sayang, capslock kamu nyala ya? | ngga, kenapa emangnya? | soalnya nama kamu ketulis gede bgt di hati aku | zzz! ( ‾_‾ ) 

Aku deketin kamu cuma untuk redirect ke hati temenmu.

Domain aja bisa parkir, masa cintaku ga bisa parkir dihatimu?

Aku boleh jadi pacarmu? | 400(Bad Request) | Aku cium boleh? | 401(Authorization Required) | Aku buka bajumu yah | 402(Payment Required) 

kamu tau ga beda'y kamu sama sintax PHP,kalo sintax PHP itu susah di hafalin kalo kamu itu susah di lupain >.< 

Kamu dulu sekolah SMK ambil kejuruan apa? | Teknik Komputer Jaringan | Terus skrg bisa apa aja? | Menjaring hatimu lewat komputerku | :* 

Jika cinta itu Array, maka, cintaku padamu tak pernah empty jika di unset(). 

SQLI ( Structured Query Love Injection )

aku ingin kamu rm -rf kan semua mantan di otak mu,aku lah root hati kamu

senyumu bagaikan cooler yang menyejukan hatiku ketika sedang overclock.

kamu adalah terminalku, dimana aku menghabiskan waktuku untuk mengetikan beribu baris kode cinta untukmu :) 

Aku seneng nongkrong di zone-h, karena disanalah aku arsipkan beberapa website yang ada foto kamunya. 

hatiku ibarat vps hanya untukmu saja bukan shared hosting yg bisa tumpuk berbagai domain cinta 

Aku bukanlah VNC Server Tanpa Authentication yg bisa kamu pantau kapan saja 

Jangan men-dualboot-kan hatiku kepadamu

KDE klh Cantiknya, GNOME klh Simplenya, FluxBox klh Ringannya, pokonya Semua DE itu Kalah Sama Kamu

Cintamu bagaikan TeamViewer yang selalu mengendalikan hatiku

/mfspayload hati/gombal/bapakmu LHOST=L.0.v.3 LPORT=007 X > RasaCinta.exe 

cinta kita gakan bisa dipisahkan walau setebal apapun itu firewall !!
KAU, AKU DAN GERIMIS

KAU, AKU DAN GERIMIS

Langkahnya tertatih menuju pojok rumah. Lemah. Mekar bunga di pagi hari tak henti mengayun seolah mau menyapa Charles yang baru terbangun. Tidur semalam rupanya tak nyaman. Perasaan cemas terus menghantui. Entah. Liburan kali ini jauh berbeda dengan yang sudah-sudah. Sengatan mentari mengawali hari. Bukan seperti biasanya. Panas menusuk tanpa iba. Keringat bercucuran membasahi tubuh. Dengan bermodalkan nekat, Charles bergegas menelusuri lorong-lorong rencana awal. Entah apa yang telah direncanakan jauh sebelumnya. Sengatan mentari kian menyiksa. Di sebuah halte tua Cha menanti akan datangnya janji sahabat-sahabatnya. Semua ini merupakan pengalaman pertamanya. Ya, seumur hidup, gumannya ketika menatap jauh pemandangan dari dalam mobil yang mereka tumpangi. Panorama yang dilewati rupanya belum cukup untuk melengkapi ceritanya nanti sehingga walau berdempetan, dia berusaha untuk menikmati setiap lembaran panorama alam pada setiap perkampungan yang mereka lalui. Hanya satu yang terus membayang dalam pikiran, bahwa suatu saat nanti moment ini akan tersulam menjadi sebuah cerita indah. Semuanya disimpan rapi dalam benak. Sayang… cuaca cerah yang menemani perjalanan rupanya tak lagi bersahabat. Langit yang tadinya kelihatan senyum kini perlahan mulai murung. Gumpalan awan murka pun melaju dengan jalur yang tak beraturan. Warna awan yang terpantul di setiap pojok kaca mobil seperti menyisakan ingatan dari sebuah masa. Masa silam yang pernah membawah nuansa asmara sesaat yang kini tinggal puing-puing kenangan. Hilang ditelan amukan badai liar. Mendung yang datang bagai lukisan pujian para Malaikat bagi yang Yang Kuasa secara acak, berganti-ganti seperti kepulan asap kendaraan deru yang pikuk berteriak tentang banyak hati sepi yang sedang rindu. Aneh. Sepertinya sangat mengenal kesunyian yang berbicara atas nama sepi dan terus berbaur bersama udara, seperti senja yang begitu akrab melahirkan ketakutan akan sunyi tepat menjelang matahari lenyap di batas hari. Mendung merapat mendahului hamburan Yang Kuasa. Murka menyapa. Semua penumpang kelihatan kesal ketika menatap pilu bumi ini kembali dibasahi. Beberapa dari gerombolan pasrah akan keadaan. Basah kuyuk. Mengawali gulita terlihat lampu yang tersusun rapi pada mobil itu mulai memancarkan sinar kelembutan, menyapa. Menerangi setiap hati sesal. Malam pun perlahan menguasai. Sekitar 30 menit lagi kita akan tiba, bisik sahabat karibnya menguatkan. Malam kian larut, percikan Yang Kuasa pun belum beranjak. Sesaat Charles merasa kesal akan tidak bersahabatnya alam. Remang-remang lampu dari kota tua itu nampak memukau, sapaan sinarnya terus menyoroti. Menembus kaca seolah mau mengucapkan selamat datang. Sejanak Cha terdiam, lalu… Terimakasih Tuhan sepucuk syukur terlahir dalam jiwa.
Di tempat liburannya, Cha tinggal terpisah dengan yang lainnya. Pagi yang indah di tempat liburannya yang baru. Fajar baru saja terlepas dari pelukan malam. Ditandai dengan merdunya kicauan burung. Para petani bergegas menuju tempat mengaso asa. Ada rindu di sana. Kerinduan akan sang mentari yang akhir-akhir ini enggan mampir. Rumput-rumput liar di sekitar kelihatan murka berharap. Rupanya tetesan si embun malam tidak seperti biasanya. Tidak ada harapan di sana. Hanya sekuntum mawar yang bersolek merayu. Begitu indah menghijau permai mewarnai alam. Tiada henti, walau sakit. Lambayannya seakan mengucapkan selamat pagi, ketika mentari malas menyapa. Cha terdiam di bawah tudung rumah. Entah apa yang akan ia lakukan. Sarapan pun tersedia. Cha terus melirik jadwal harian yang telah direncanakan jauh sebelum liburan. Otaknya mulai bekerja keras mencari cara yang mulia untuk memulai kegiatan perdananya itu. Di sebuah rumah yang sedang dalam perjalanan menuju usia senja, perlahan mereka mulai dikawal jadwal. Ucapan selamat datang dan perkenalan mengawali kebersamaan dengan warga sekitar. Canda-tawa turut mewarnai acara tersebut. Kerinduan untuk menyatu pun merapat. Pertemuan itu mengantar semuanya sampai perkenalan yang mendalam seperti sepasang kekasih yang dicambuk rindu setelah sekian tahun dipisahkan oleh jarak dan kesempatan untuk bersanding. Hingga suatu siang ketika mentari enggan menyapa, Cha berkenalan dengan seorang gadis. Gadis separuh baya dari pantai selatan. Waktu berlalu, satu per satu kegiatan pun tersudahi. Sesaat untuk melepas lelah. Di sebuah kursi tua keduanya saling berbagi cerita. Senyum manis yang melebar di sudut bibir gadis itu menghipnotis keadaan menjadi suasana yang begitu damai dan bersahabat. Senyum itu mendahului kata yang dibarengi canda-tawa. Adelya demikian sapaan gadis itu. Keduanya terus mencoba mengintip arti dibalik pertemuan itu. Impian jitu seakan hampa. Lagi-lagi cuaca tak bersahabat. Percikannya terus menghantam bumi. Memaksa setiap insan untuk sejenak diam. Merenung. Pesona alam yang mewarnai sekitar kini ternoda sudah. Tampannya bermandikan raga bumi lantaran tangisan yang mencabik tubuh bumi. Tercabik berkeping. Rapuh. Senja yang indah pun diculik paksa tanpa jejak. Entahlah kalau hilang dikunya amukan tak terduga. Kedua insan berlainan jenis itu pun nyaris terbawah rayuan waktu. Sejenak Cha melirik arloji yang melingkar diam di tangan gadis itu. Pukul 17.15. ia tersentak karena malam benar-benar sudah mengambang. “aku harus segera kembali ke tempat penginapan”. Gumamnya dalam hati.
Entah apa gerangan yang selalu menuntun jiwanya pada moment sore itu. Entah pulalah kalau ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau sejenisnya? Cha sendiri tak memahaminya dengan baik. Yang pasti sebuah kerinduan untuk berdua, bersama dan bersatu kian mengusik kalbu. “dari sinar matamu aku mengenalmu, menangkap maksudmu juga bisikan jiwamu tentang aku, kau dan kita” Cha menyulut api keyakinan dalam dada. Lantas membaringkan tubuhnya menjamu malam yang beranjak pekat dan berselimut pengap meski mata belum sudi berhenti berkedip. Rembulan padam berganti pekak. Resah, gelisah terus menghantui. Rupanya kerinduan akan tatapan itu kian melangit. Cha lalu bertanya pada malam tentang semua ini. Namun tak ada jawaban. Malam hanya terdiam bisu. Rupanya malam tak mengamini semuanya. Semerbak angin malam membawa Cha menemui malam yang sepi. Sembari menapaki jalan pikiran di hadapannya tanpa tahu apa yang ada di ujung jalan pikirannya. Walau kunang-kunang menerangi di sepanjang jalan pikiran, namun Cha masih membisu. Wajah Gadis itu dan segudang pertanyaan menari-nari di benak. Sejenak Cha melarikan pandangan menjemput purnama yang melayang jauh setelah sekian lama bersembunyi di balik omega malam selepas mentari terkubur. Malam memang telah mengubun. Pekatnya gulita kian memaksa para penghuni sekitar merinding. Ada ide liar yang mampir di benak. Cha lalu bertanya pada waktu. Karena yakinnya hanya waktulah yang tahu benar akan arti sebuah peristiwa. Sepi, sunyi, pekat, kelam dan diam merayapi punggung bumi dan memenjarakannya dalam kebisuan. Lingkaran jarum jam terus melaju menjemput fajar. Kidung binatang-binatang liar mulai bersahutan menyapa guna mengusir malam. Malam akan melepas fajar dari rahim semudera. Paduan suara sang jago dan beburungan hutan yang merdu menandai lahirnya sebuah hari baru. Sayang, tidak seperti biasanya. Pucat, dingin yang menembus tulang mengudang datangnya aneka rasa yang merujuk pada sebuah tanya atau lebih tepat sebuah omelan. Mengapa bumi tercinta ini tak henti dikuasai percikan gerimis. Apakah alam sudah muak menatap tingkah kita? Dalam kegalauan itu, Cha menelusuri setiap lorong genangan air menuju tempat pertemuan itu. Langkah tertatih penuh enggan. Mengapa gadis itu belum juga merapat? Akh… mengapa harus gadis itu, sadarnya menegurnya. Cha bersandar di sebuah kusri buatan Asing. Pandangan tak henti mengantar-jemput mereka yang datang dari setiap sudut jalan. Rupanya pengakuan hati akan gadis itu telah berujung pada kesepian. Suasana sekitar terasa hampa. Menerawang jauh. Ingin kusudahi semua ini, aku Charles. Detakan jarum jam yang tergantung pasrah di pojok rumah itu terus melingkar tuk mencari angka pasti. Cha mengayunkan kakinya menuju pintu di barengi tembang terkini -Motor Metiq-. Sebuah tatapan tajam yang datang seakan menghalangi langkahnya. Menghentikannya. Tatapan mesra dari sepasang bola mata yang telah melumpuhkan keperkasaan prinsipnya untuk tidak jatuh hati. Tanpa kata-tanpa langkah kecuali diam dan gelora rindu yang terus berkecamuk di dada tentang kebersamaan yang baka dalam waktu.
“Percumbuan mesra embun dan rerumputan liar, senja dan damai serta malam dan sunyi yang telah kudandani dengan aneka kegiatan ternyata perlahan mengkredit usiaku di tanah datar yang selalu mengakrabi banjir. Aku akan segera selesai. Entahlah tentang rasa, tentang dia, tentang aku, tentang kami juga senja, juga malam dan tentang waktu yang telah merahimi dan melahirkannya dalam sebuah kisah yang tak mungkin akan usai”. Gejolak rasa yang tak bertepi dalam jiwa Cha. Dan lagi sadarnya berujar, malam ini merupakan malam yang terakhir, malam perpisahan. Bertemu untuk berpisah, kata orang. Malam yang indah terasa hampa. Percikan gerimis pun tak berhenti menyapa. Tembang rindu anak jaman mengawali moment yang pantas disesali dan ditangisi. Dalam pelukan malam. Cha dan Adelya lama terdiam. Terhanyut dalam, dalam malam. Rupanya lantunan anak jaman memaksa keduanya tuk sejenak merenung. Demikian keduanya tenggelam dalam keheningan akan kebersamaan yang indah sehingga mereka gagal melihat keindahan yang terhampar di depan mata. Gadis itu tertunduk, beberapa menit berlalu, ia membuka suara “Aku akan memberitahumu tentang apa yang terjadi di ujung pertemuan ini. Mungkin suatu saat nanti kau akan tahu apa yang membuatku merasa kehilanganmu. Entah sesaat atau selamanya. Namun jika kamu akan pergi, aku akan selalu menantimu disini, bersama bulan. Cha, sesaat kehilanganmu bukan berarti akhir segalanya, namun tanpamu, kutak bisa, aku pemilik seyum manis itu. Jangan pernah lupa akan datangnya gemercik tatkala langit bergerimis perlahan, yang kita saksikan bersama di awal pertemuan itu. Karena kala itu kita ketiadaan orang lain, sahabat untuk berbagi kecuali aku, kau dan germis. Dan lagi akan emperan rumah, tempat kita bertemu dan menunggu hujan segera redah. Akan switer putih kesayanganku, yang berani lebih dulu memeluk tubuhmu yang mengigil bersama dinginnya tanah ini, dan akan semuanya saat sejenak kita menggelengkan kepala karena memang saat itu merupakan kali pertama kita berjumpa. Ingatkah kamu? dan pada akhirnya, memang benar, tak pernah sekalipun aku memberimu mawar merah saat kita terjebak hujan bersama. Jangan pernah lupa sesaat kita sama-sama tertawa, kemudian mengabadikannya pada sebuah kamera buatan asing. Saat sama-sama terdiam pasrah, menatap tajam rintik hujan, saat aku menadahkan tangan di bawah percikannya, lalu memejamkan mata seolah tak menyetujui percikan itu. Menolak. Kemudian kita mulai memohon agar Yang Kuasa melihat dua insan yang baru saja dipertemukan di antara kabut dan tanah basah. Jangan pernah lupakan aku”. Pada malam ini, malam yang tak ditemani pancaran bintang-bintang mungil, telah kusaksikan sebuah kejutan yang kau buat untukku, tapi bukan kejutan yang membawa bahagia seperti dulu melainkan kesedihan yang mendalam, yang sakit karena kau akan pergi meninggalkanku, lagi-lagi aku gadis itu. Rupanya gadis itu tak mengamini semuanya. Lama keduanya terdiam. Kemudian ia menyambung, aku bahagia karena telah dipertemukan dengan dirimu. Aku bahagia. Bagiku kaulah sosok terbaik yang pernah kutemui dalam setiap lembaran hidupku, kau dan semua perjuanganmu untuk meraih mimpi-mimpimu membuatku bersemangat dalam menghadapi hidup yang sesaat ini. Aku banyak belajar darimu tentang senyuman, tentang ketabahan dan pengorbanan untuk melepas orang lain. Kutitipkan mimpi-mimpiku di hatimu. Kalaupun suatu nanti di dunia ini kita tak lagi satukan, kuberharap di surga nanti, kelak kita bisa berdua selamanya. Sorotan mata gadis itu mengabur oleh desakan air mata. Adelya, maafkan aku. Cha beranikan diri menatap ke dalam matanya yang memang sudah tak lagi ditemukan sorotan cahaya mata yang silam, yang selalu menjadi alamat kerinduan. Kemana hilangnya kemilau itu, bisik Cha dalam batinnya. Mungkinkah hilang bersama semenit semangat hidupnya? Rasanya dentang waktu berdetak semakin pelan. Terlihat bibir gadis itu mulai menggulung senyum, tapi tak seindah senyuman yang dulu ia berikan. Tak lama kemudian…” ucapan selamat berpisah dan selamat jalan dibarengi protes keras terdengar lemah dari setiap bibir yang rapuh. Di sudut kampung yang sepi Cha dan Adelya berpisah. Akhirnya Cha pun berlari, pergi bersama sepoi yang gemericiknya kembali menyapa. Di sudut kampung itu Cha menengadahkan kepala. Langit tersenyum kecil. Cha pergi meninggalkan gadis itu bersama segudang pertanyaan yang tak habis terjawab. Langkah kakinya yang lemah terus mengayun, menjauhi ujung jalan itu. Pulang bersama rasa yang kini kembali tentang Cha, Adelya dan gerismis yang telah menguping semua kisah di tanah basah.
“Jangan Pernah Takut Dan Jangan Pernah Berhenti Berharap Akan Datangnya Kebaikan”.
Untukmu Yang sedang Rindu di Pantai Selatan Pulau Timor (Webriamata)
Malam di Lereng Safari Mof-Ujung Agustus 2013
Chz. Punkcher’
Cerpen Karangan: SerryzTaku
Facebook: serryz.taku

Kumpulan Puisi

















Puisi maaf buat ibu

Ibu,,
Sebelum matahari terbit
kau sudah keluar rumah
untuk melawan dinginnya udara pagi…

Ibuku…
disaat malam datang,
kau menjagaku dengan hangatnya kasihmu..

Ibu,,
ditengah hangatnya pelukmu,,
diam-diam kau selalu menyimpan luka..
luka karena dinginnya sikapku padamu..

Ibu,,
aku tak pernah menyadari
bahwa kau akan terus ada saat aku terpuruk

Ibuku,,
maafkan aku karena telah menyakitimu..
maafkan aku karena telah menggores hatimu..
maafkan putrimu ini ibu..

Ibuku sayang…
tetaplah disisiku..
tetaplah menjagaku..
tetaplah menganggapku ada..

Sampai…
sampai aku bisa membawa kebahagiaan untukmu ibu …
aku sayang Ibuku..

oleh: Andira Putri

Maafkan aku, Ayah Ibu

Tuhan
ijinkanlah aku melihat mereka bahagia
ayah…
ibu…
lama sekali aku tak melihat senyum mengembang dari bibir kalian
ya robb…
ijinkanlah aku menjadi alasan mereka tersenyum lagi
ijinkanlah aku mengembalikan senyum itu
senyuman , semangat , yang lama hilang dari mereka
berikanlah umur panjang
sehingga aku dan kedua orang tuaku bisa merasakan kebahagiaan yang lama tak kami rasakan

oleh : Ella


Puisi berharap yang pasti

Ku coba masuk dalam hidupmu
Kucoba terus melangkah untuk hadir dalam mimpi indahmu
berharap kerastian membangunkanmu
dan memberi pengertian padamu

bahwa cinta telah hadir dihatiku
bahwa kasih telah bersemayam dalam kalbu
dan rasa sayang telah terlukiskan namamu
semoga waktu berpihak padaku

by : juliand

Puisi cinta terdalam
saat ku tatap matamu
saat ku lihat senyummu
terbias indah dalam hatiku
jiwa ini merasakan bahagia
ada rasa dihatiku untukmu
sebuah rasa yang belum sempat kunyatakan padamu
rasa cinta terdalam yang utuh
membelenggu dalam setiap hela nafasku
kubiaskan rasa dalam inginku
menunggu waktu yang tepat untukku
sampaikan seluruh isi hatiku

Puisi Kuatkan Aku

Tuhan..
Mungkin inilah yg harus aku hadapi..
Melihat orang yg ku sayang bersama orang lain..
Melihat nya berdua berbagi cerita..
Cerita yg mungkin sangat indah untuk mereka..
Tetapi ini cerita indah mereka sakit untukku tuhan..
Kuatkan aku tuhan..
Mungkin hanya kata itu yg mampu ku ucap saat ini..
Mungkin ini balasan karenaku melepas dia begitu saja..
Melepas tanpa ada perjuangan mendapatkannya..
Tapi ku yakin tuhan dibalik ini kau siapkan sesuatu yg sangat indah..
Sesuatu yg mungkin akan mengobati cerita perih ini..
Aku yakin tuhan semua akan indah pada waktunya.. :’)
Kuatkan aku..
Demi untuk membuktikan apa yg ku rasakan kepadanya..
Membuktikan sayang dan cintaku ini untuknya..
Beri ku kesabaran tuhan menantinya meski itu pahit..
Pahit bagaikan obat yg sangat
Pahit
Ku akan tetap menantinya tuhan sepahit apapun itu..
Kumenyayanginya tuhan, kuatkan aku..
By: Eko Agus Kurniawan


Puisi Cinta na Terpendam

Nyanyian rindu membuwatku larut dalam rasa yang salah
Terhanyut dalam anganku tentangmu
Bermimpi akan hadirmu disisiku
Meski hanya bayangmu yang mampu temaniku
Aku bahagia..
Karena bayangmu mampu membuwatku tersenyum sa’at mengingatnya
Sa’at ku membayangkan kehadiranmu
Ma’afkan aku yang tak mampu melepas belenggu bayangmu dalam anganku
Ijinkan aku menyimpan nya,walau tak mungkin untuku memilikinya
Karya: Dia

Puisi Melupakanmu

Melupakanmu
Cerita cinta kita telah usai
Berakhir sudah cerita tentang kita
Sedih,sakit,kecewaa,Marah,benci bercampur menjadi satu dipikiranku …
Menyesakan hati…
Menyisakan luka yang paling dalam..
Aku tak tau saat ini, hanya dia yang kamu sayang
Hanya dia yang kamu cinta
Hanya dia yang kau harap
Dan..
Hanya dia yang kamu inginkan.
Membuatku berhenti berharap,mecoba ikhlas dan merelakan.
Aku tak akan menyalahkan mu, dan aku tak akan menyalahkan cinta.
Memang aku yang tak pantas untuk mu.
“Puisi ini karya: inggraini gucci 

Puisi Ada Cinta Di Hatiku
Ada cinta dihatiku
untuk dia dan dirimu
rasa cinta dan khayalan
yang menyatu dalam dada
menjadikanmu permata
diantara semakbelukar yang menutupinya
rasa cinta dan khayalan
merasuk jelas meski kan meluka
pada dirinya yang lebih dari sekedar indah
seandainya aku bisa memilih
akan kupilih pergi
dan tak pernah ada rasa cinta ini
mungkin saja bila itu terjadi
karya: Testy Dwi D

Puisi Aku Rindu Kamu
dalam lirih suara ku bergeming
dalam sunyi suasana ku bersimpuh
dalam hati hanya mampu merasakan
rindu yang kian dalam mengukir di jiwa
rasa ku tak sanggup menyimpannya
dalam hati yang perih hanya terbayang oleh wajahmu
termenung dan termenung dalam angan
hanya sosok nyatamu yang ingin ku temui
aku sangat merindukanmu.
oleh : nuwaffi.finky


Puisi Dalam Diriku Hanya Dirimu

Dalam kesenyapan hati
Dalam udara yang menusuk
Aku sendiri tanpa senyummu
Dalam setiap denting hujan
Dalam setiap daun berguguran
Aku berjalan tanpa tujuan
Perlahan lahan cahaya mentari mulai memudar
Bersembunyi, tersembunyi di balik awan hitam
Jiwaku seakan terbang
Terbawa udara dan melayang
Bagai tiada nyawa tanpa hadirmu
Diri ini seolah rapuh
Melangkah bagai akan terjatuh
Seperti tiada hidup tanpa dirimu
Tak ingin diriku melihatmu terjatuh
Dan tak bisa, tak bisa melihatmu meneteskan air mata
Dalam jiwa yang sepi
Dalam raga yang sunyi
Aku merindukan dirimu
Dalam setiap hembusan nafasku
Dalam setiap pandangan mataku
Hanyalah namamu yang tersimpan dalam diriku
Karya : Muhammad Aldi Rizaldi