Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapa pun juga.
Breaking News
Marine Enginering
Showing posts with label Marine Enginering. Show all posts
Showing posts with label Marine Enginering. Show all posts
Di era perang teluk kita sering menyaksikan dilayar kaca kemampuan kapal induk dalam memobilisasi pasukan. Bayangkan saja, 300.000 ribu pasukan Amerika yang menduduki Irak membutuhkan peralatan yang banyak. Mulai dari pesawat, tank, altileri, dll. Semua itu sebagian besar di suplai oleh kapal induk.
Kapal Induk diperkirakan mampu mengangkut sekitar 80 pesawat dari berbagai tipe , 2000 awak, 4000 berbagai macam bom, plus bahan makanan. Jenis –jenis pesawat yang dingkut (khusus kapal induk Amerika) ada sekitar enam tipe yaitu, F/A-18 Hornets, F-14 Tomcats, SH-60 Seahawks, S-3B Vikings, E-2C Hawkeyes and EA-6B Prowlers.
F/A-18 Hornets
F-14 Tomcats
SH-60 Seahawks
S-3B Vikings
E-2C Hawkeyes
EA-6B Prowlers
Desain Kapal Induk (Carrier Ship)
1. Primary Flight Control Primary Flight Control (pri-ply) adalah menara kontrol yang mengatur seluruh operasi penerbangan. Di menara seluruh pergerakan pesawat dipantau baik saat takeoff, landing maupun pergerakan disekitar kapal induk
2. Bridge Bridge merupakan ruang kontrol utama saat kapal induk berlayar. Semua perintah yang mempengaruhi seluruh pergerakan kapal induk, di instruksikan oleh Officer of the Deck (OOD) dari tempat ini. OOD mengawasi selama 4 jam dan bertanggung jawab atas keamanan dan operasi kapal induk, termasuk navigasi, komonikasi, inspeksi dan tes rutin dan mengawasi seluruh team. Juru mudi (mengendalikan kapal) dan juru mesin (mengendalikan mesin) yang diawasi oleh seorang kepala kelasi melakukan aktifitasnya diatas brige.
3. Flag Bridge Flag Bridge merupakan ruang kontrol lalu lintas pergerakan muatan kapal. Pesawat, Heli, Tank dan Pasukan dan semua muatan kapal pergerakan lalu tintasnya akan di atur oleh Flagman yang dimonitor dari Flag Bridge ini. Serta tempat memasang bendera sebagai identitas kapal dan teritotial
4. Catapult dan Arrester Catapult merupakan alat untuk melontarkan pesawat sebelum takeoff. dengan empat buah catapult kapal induk dapat menerbangkan satu pesawat setiap 20 detik. Catapult terdiri dari piston besar (300 kaki) yang dibenamkan di dalam deck, pada permukaan deck hanya berupa peralatan kecil yang dipasang pada roda depan pesawat (plane's nose gear). Alat ini yang akan melontarkan pesawat dengan akselerasi 0-160 knot dalam 2 detik. Sedangkan Arrester atau Arrestor merupakan semacam tali pengait yang membantu pendaratan pesawat saat landing, biasanya berkumlah 2-4 buah
5. Galery (03) Deck Galery Deck adalah permukaan yang datar diatas kapal tempat takeoff dan landing pesawat tempur.
6. Main Hanger Deck Main hanger deck adalah area dibawah deck yang digunakan untuk menyimpan bom, senapan, peluru kendali dan pesawat cadangan (memuat hingga 60-70 pesawat).
7. Second Deck Second deck merupakan tempat awak kapal induk beraktifitas. diruangan ini terdapat tempat makan, cafetaria, dapur umum dan toilet.
8. Third Deck Third deck tempat peralatan bengkel, loundry, ruang kesehatan, tempat alat ruang pendingin, telepon umum dan komunikasi (untuk awak).
9. Fourth Deck Fourth deck memuat peralatan suku cadang mesin kapal induk dan peralatan bengkel serta cadangan bahan bakar.
10. Engine Room Engine room merupakan tempat mesin, bahan bakar. areal ini merupakan areal yang sangat terjaga karena merupakan jantungnya kapal induk.
Kapal induk (bahasa Inggris: carrier vessel, CV) adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara ke dalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi-operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan. Sebagai kapal yang membawa pesawat, kapal induk memiliki fleksibilitas tempur yang lebih tinggi dibanding jenis kapal perang lainnya. Selain kegunaan tempur, kapal induk juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti pengintaian, superioritas udara, atau memberikan bantuan. Sejarah Kapal Induk Kapal induk pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut Inggris, namun sampai menjelang perang dunia kedua negara-negara barat termasuk Amerika Serikat masih enggan menggunakannya sebagai kekuatan Angkatan laut utama. Konsep konvensional armada angkatan laut saat itu didominasi oleh Kapal jelajah berat, Kapal jelajah, Kapal perusak (destroyer) dengan ukuran meriam yang cukup besar hal ini memang disebabkan bahwa kapal induk dipandang cukup rentan dan riskan bila digunakan dalam operasi maritim.
Adalah Angkatan Laut Jepang (Kaigun) yang menggunakan kapal Induk secara efektif pada awal perang dunia II. Akibat perjanjian maritim antara Inggris Amerika dan Jepang serta Perancis dan Jerman disepakati rasio tonase 5:5:3:1,5:1,5 untuk USA, Inggris, Jepang, Perancis dan Jerman membuat Jepang mengakalinya dengan membuat kapal induk ukuran sedang tetapi dilengkapi kekuatan udara yang mematikan sekalipun menuai kemarahan dari pihak militer sendiri. Bukti dari rekayasa Jepang adalah serangan atas Pearl Harbour 9 Desember 1941 yang menyadarkan Barat akan fungsi kapal induk yang dapat melakukan serangan mematikan atas instalasi sasaran lawan. Saat mulainya Perang Pasifik, Jepang memiliki 6 kapal induk yaitu Akagi, Kaga, Soryu, Hiryu, Shokaku, dan Zuikaku, dan 2 kapal induk ringan yaitu Hosho dan Ryujo. Jepang kehilangan 4 kapal induknya pada Pertempuran Midway, yaitu Akagi, Kaga, Soryu, dan Hiryu. Sejak saat itu, ofensif-ofensif Jepang menggunakan kapal induk sudah dihentikan dan menjadi tidak berarti lagi. Jenis-jenis kapal induk Dari segi propulsi Dari segi bahan bakar terdapat dua jenis kapal induk yakni: Kapal Induk Nuklir Kapal Induk ini menggunakan mesin bertenaga nuklir yang diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal tersebut yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal Induk tersebut selain sebagai penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta tenaga uapnya digunakan sebagai pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat. Untuk Armada Amerika serikat kapal ini diberi kode CVN contoh kapal induk nuklir adalah USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise. Kapal Induk Konvensional Kapal induk ini menggunakan mesin bertenaga diesel contohnya adalah 25 de Mayo (Argentina), Giuseppe Garibaldi (Italia), RTN Chakkri Narruebet (Thailand). Untuk Armada Amerika Serikat biasanya digunakan kode CV dan pada saat ini jarang digunakan. Teknis Peluncuran Pesawat Kapal Induk Konvensional (CTOL/Conventional Take Off Landing) Kapal induk jenis ini biasanya berukuran besar karena geladaknya digunakan sebagai tempat pendaratan dan peluncuran pesawat secara convensional (biasa). Dilengkapi dengan catapult untuk meluncurkan pesawat dan kabel arrester (penahan) untuk membantu pendaratan pesawat, karena panjang geladak kapal induk lebih pendek daripada panjang landasan di pangkalan. Selain tempat parkir pesawat selain ruangan yang berarda pada lambung kapal. Kapal Kapal Induk yang digunakan US Navy rata rata adalah kapal induk jenis ini. Contoh : USS Ronald Reagan, USS John F Kennedy. Kiev(Rusia), 25 de Mayo (Argentina), Foch dan Charles de Gaulle (Perancis) Kapal Induk STOVL (Short Take Off Vertikal Landing) Kapal induk ini biasanya berukuran sedang/ringan, memiliki Sky Jump yang digunakan untuk meluncurkan pesawat dan pendaratan pesawat dilakukan secara vertikal. Oleh karena itu pesawat pesawat yang digunakan adalah pesawat pesawat tempur jenis khusus semacam AV-8 Harrier (USA) , Harrier II Plus (Inggris), Yak 38 Forger, Yak 141 Freehand (Rusia) ataupun Helikopter. Pada pesawat tempur Rusia biasanya dilengkapi laser untuk memudahkan pendaratan. Hampir kebanyakan negara menggunakan kapal Induk Jenis ini karena memerlukan biaya perawatan dan operasional yang lebih rendah daripada kapal induk jenis CTOL. Contoh dari Kapal Induk Jenis ini adalah: HMS Invincible, HMS Ark Royal (Inggris), Giuseppe Garibaldi (Italia), Prince de Asturias (Spanyol), Viraat, Vikrant (India), Novorossysk (Rusia), Chakri Narruebet (Thailand), USS Tarrawa (USMC.) Kapal Induk Amerika - AS USS Ronald Reagan (CVN-76)
USS Ronald Reagan (CVN-76), adalah kapal induk kelas Nimitz kesembilan yang dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, dan kapal pertama yang diberi nama mantan Presiden Ronald Reagan USS John F. Kennedy (CV-67)
USS John F. Kennedy (CV-67) (sebelumnya CVA-67), Ship Characteristic Board SBC-127C, adalah kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang sudah tidak beroperasi. Dijuluki “Big John”, kapal ini dinamai dari Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy. Kennedy awalnya dinamai sebagai CVA, atau beroperasi sebagai kapal tempur; namun, namanya berubah menjadi CV untuk menandai bahwa kapal ini mampu bertempur dalam pertempuran anti kapal selam, menjadikannya kapal induk dengan berbagai fungsi. Setelah melayani Amerika Serikat selama 40 tahun, Kennedy secara resmi berhenti beroperasi pada 1 Agustus 2007. USS Kitty Hawk (CV-63)
The supercarrier USS Kitty Hawk (CV-63), sebelumnya CVA-63, adalah kapal angkatan laut kedua dinamai Kitty Hawk.Berbahan bakar konvensional terakhir dalam Angkatan Laut Amerika Serikat.
USS Enterprise (CVN-65)
USS Enterprise (CVN-65), sebelumnya CVA(N)-65, adalah pengangkut pesawat bertenaga nuklir pertama di dunia dan kapal Amerika Serikat ke-8 yang menggunakan nama USS Enterprise. Seperti pendahulunya, kapal ini dijuluki “Big E.” Enterprise kini berada di Norfolk, Virginia USS Nimitz (CVN-68)
USS Nimitz (CVN-68) adalah supercarrier di Angkatan Laut Amerika Serikat Dia adalah salah satu kapal perang terbesar di dunia USS Dwight D. Eisenhower
USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69) merupakan kapal induk utama saat ini Ditugaskan pada tahun 1977, dan merupakan kapal kedua dari sepuluh supercarriers kelas Nimitz saat ini. Kapal ini pada awalnya bernama Eisenhower, seperti memimpin kapal dari kelas Nimitz, tapi nama itu diubah menjadi bentuk yang sekarang pada tanggal 25 Mei 1970. USS Carl Vinson (CVN-70)
USS Carl Vinson (CVN-70) adalah kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat ketiga supercarrier kelas Nimitz kapal ini dinamai Carl Vinson diambil dari seorang nama anggota Kongres dari Georgia. Callsign Carl Vinson adalah “Gold Eagle”. USS Theodore Roosevelt (CVN-71)
USS Theodore Roosevelt (CVN-71) (juga dikenal dengan awak kapal sebagai “The Big Stick”.Dia diluncurkan pada tahun 1984, melihat aksi pertama selama Operasi Badai Gurun pada tahun 1991, dan saat ini kapal induk ini bepangkalan di Naval Station Norfolk, Virginia. USS Abraham Lincoln (CVN-72)
USS Abraham Lincoln (CVN-72), adalah supercarrier kelas Nimitz kelima di Angkatan Laut Amerika Serikat. Ini adalah kapal Angkatan Laut kedua setelah mantan presiden bernama Abraham Lincoln. pangkalan kapal ini berada di Everett, Washington. USS George Washington (CVN 73)
USS George Washington (CVN 73) adalah kapal induk supercarrier bertenaga nuklir Amerika, kapal keenam di kelas Nimitz dan merupakan kapal induk amerika ke empat yang di beri nama presiden. Kapal ini dibangun oleh Newport News Shipbuilding dan ditugaskan 4 Juli 1992. Kapal Induk Russia Kapal Induk Admiral Sovetskogo Soyuza Kuznetsov Admiral Kuznetsov adalah kapal induk satu-satunya milik Rusia saat ini. Kapal yang n ama lengkapnya adalah Admiral Sovetskogo Soyuza Kuznetsov / Адмирал флота Советского Союза Кузнецов, mulai aktif penuh tahun 1995 dan terhitung baru namun tenaga yang dipakai adalah konvensional atau non-nuklir. Kapal induk ini memang masih miskin pengalaman perang karena Rusia sejak pecah tidak pernah terlibat peperangan.
Kapal induk Admiral Kuznetsov di bangun di galangan kapal Nikolayev South Shipyard yang terletak Nikolayev, yang saat ini menjadi bagian dari negara Ukraina. Mulai di bangun pada tahun 1983 atau mundur satu tahun, karena upacara peresmian pembangunan pada tahun 1982, dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1985.
Mulai bertugas secara penuh di AL Soviet pada tahun 1995. Yang unik dari kapal induk ini adalah penggunaan nama yang sempat berganti hingga 4 kali dari mulai Riga pada awalnya, November 1982 berubah menjadi Leonid Brezhnev, kemudian ketika Agustus 1987 di ganti menjadi Tbilisi, dan yang terakhir padaOktober 4, 1990 menjadi Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov. Kegiatan kapal perang ini kebanyakan selama ini adalah tur ke berbagai lautan dan juga terlibat dalam latihan pernag hanya itu, apalagi Rusia yang kini juga tengah masih terlibat kesulitan keuangan membuat pengoperasian kapal induk ini juga menjadi terbatas.
Admiral Kuznetsov dibina oleh Armada Utara, sejak Januari 1991. Misi selanjutnya Admiral Kuznetsov terlibat program pelatihan peningkatan kemampuan pilot angkatan laut di Pusat Pelatihan Pilot AL Nitka di Ukraina.
Admiral Kuznetsov diharapkan naik dok di galangan kapal Sevmash 2012 untuk dimodernisasi, memperpanjang usia pakai kapal ini. Admiral Kuznetsov diperkirakan akan tetap mengabdi kepada angkatan laut Rusia minimal hingga tahun 2030.
Sebagai kapal induk Admiral Kuznetsov mampu membawa sekitar 12 buah Su-33, 5 buah Su-25 UTG/UBP, 4 buah hlikopter Kamov Ka-27LD32, 18 buah Kamov Ka-27PLO, dan 2 buah Kamov Ka-27S. Kapal yang mampu berlayar selama 45 hari nonstop dengan jarak tempuh 7.100 km ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 32 knots. Kapal ini juga mampu membawa 26 jet tempur maritim Su-33 Flanker-D dan MiG-29K Fulcrum-D, serta 24 helikopter anti kapal selam.
Berikut ini adalah data teknis sekilas Admiral Kuznetsov:
Tipe : Kapal induk kelas menengah Bobot : 67 000 ton Inggris (68 100 ton metrik) Dimensi : Panjang (300 m) Beam*) (73 m) Draft*) (38 m) Tenaga : Turbin uap, 9 turbogenerator, 6 diesel generator Awak : 1960